Read The Great
Gatsby
FREE.
Click Here

Try it FREE or V.I.P. Sign-up Now. It's Quick and Easy!

Free-Ebooks.net is the internet's #1 online source for free ebook downloads, resources and authors
SH Mintardja - Tanah Warisan
liar dihalaman rumahnya. Sejenak kemudian perempuan tua itu mendengar derap beberapa ekor kuda
mendatang. Semakin lama semakin dekat.
"Mereka benar-benar datang," desisnya. Dan perempuan itu benar-benar melihat orang berkuda
melintas cepat di jalan di muka rumahnya. Cepat-cepat perempuan tua itu menutup pintu rumahnya.
Sambil menahan nafasnya ia bergumam.
"Apalagi yang akan mereka lakukan di kademangan ini?" Dan ia tidak berani membayangkan, apa saja
yang telah dilakukan oleh orang-orang berkuda itu.
Sementara itu, orang-orang berkuda itupun telah memasuki beberapa buah rumah sambil berteriak-
teriak kasar. Seorang yang berkumis lebat dengan sebuah parang di tangan berteriak-teriak.
"Ayo serahkan permintaanku sebulan yang lalu."
Orang berkumis lebat itu turun di sebuah halaman yang bersih dari sebuah rumah yang bagus. Beberapa
orang kawannya pun turun pula sambil mengacung-acungkan senjata masing-masing.
ÐJangan sembunyi,“ teriaknya.
Tetapi pintu rumah itu masih tertutup rapat.
ÐBuka pintunya,“ ia berteriak lagi. ÐKalau tidak, aku bakar rumah ini. Cepat.“
Perlahan-lahan pintu rumah itu terbuka. Seorang laki-laki tua menjengukkan kepalanya dengan tangan
gemetar. ÐHa, kau ada di rumah. Jangan mencoba bersembunyi ya?“
ÐTidak,“ jawabnya dengan suara yang bergetar aku tidak bersembunyi.“
ÐTetapi kau tidak mau membuka pintu rumah ini.“
ÐAku berada dibelakang.“
ÐJangan banyak bicara. Sekarang serahkan permintaanku sebulan yang lalu.“
Laki-laki tua itu terdiam sejenak. Tetapi tubuhnya yang gemetar menjadi semakin gemetar.
ÐAyo jangan banyak tingkah.“
ÐTetapi, tetapi,“ suaranya tergagap. ÐAku sudah menyerahkan pajak itu kepada Ki Demang yang akan
membawanya ke Pajang bersama upeti yang lain.“
ÐAku tidak bertanya tentang upeti. Kau jangan mengigau lagi tentang Pajang, Demak atau kerajaan iblis
sekalipun. Dengar. Sekarang sengketa antara Pajang dan Mataram menjadi semakin tajam. Kedua
pasukan berhadapan di daerah Prambanan. Mereka tidak akan sempat mengurus pajak dan upeti.
Karena itu, maka tugas mereka itu pun telah kami ambil alih. Kalian tidak usah menyerahkan apapun
lagi kepada Ki Demang, sebab ia tidak akan menyerahkannya kepada Sultan Hadiwijaya yang sedang
sibuk berkelahi melawan puteranya sendiri itu. Yang berperang biarlah berperang. Aku ingin melakukan
tugas-tugas yang lain. Misalnya memungut pajak.“
Orang tua itu menjadi semakin gemetar. Kini orang berkumis itu telah berdiri didepannya. Ketika sekali
2

READ THIS BOOK AS

* For VIP Members Only. To access these formats usable with Kindle, Sony Reader, iPad and other readers, please upgrade


Do you like this book? yes no
LIKES (7)
DISLIKES (1)


Free-eBooks.net, Paradise Publishers Inc.